Rabu, 24 September 2014

Cerita Misteri


Mystery Of The House On The Corner Of The Street

Ssstt. Konon katanya rumah besar diujung jalan itu angker dan banyak hantunya. Beberapa warga pernah melihat penampakan seperti seorang wanita muda yang menggendong bayi, wanita tua yang duduk di kursi goyang di taman rumah itu, sosok hitam yang sangat besar dan tinggi, dan juga dua orang anak kecil yang bermain di taman rumah itu saat malam hari, terkadang juga terdengar suara tawa perempuan, dan tangisan bayi. Rumah itu memang sangat besar dan bisa dihuni oleh sebuah keluarga besar. Rumah ini dulu milik sebuah keluarga besar yang harmonis, tapi sayang mereka semua meninggal dunia saat terjadi kebakaran besar di rumah ini.
Beberapa waktu lalu ada kawanan perampok yang datang dan bersembunyi di rumah itu, tapi setelah dua hari kawanan perampok itu ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumah itu oleh polisi dan hanya satu orang yang selamat dan di masukkan kepenjara, orang itu sering mengatakan hal-hal aneh tentang rumah itu di penjara karena itu polisi memindahkannya ke Rumah Sakit Jiwa.
Sebuah genk anak-anak pemberani dan cerdas di perumahan tempat rumah hantu itu tidak percaya kalau ada hantu di sana, karena mereka sudah membuktikan kalau hantu itu tidak ada. Dan begitu mendengar berita tentang rumah hantu itu mereka tertarik untuk menyelidiki rumah itu.
“ Yakin nih, mau nyelidiki rumah itu?” Tanya Risa.
“ Tentu, kita ini ‘kan bukan penakut dan anak yang suka percaya tahayul” Jawab Corina enteng.
“ Lagipula selama ini kita juga nggak pernah ketemu sama hantu, jadi pasti kali ini juga nggak ada hantu” Tegas Reihan.
Sebenarnya genk ini adalah band yang sangat terkenal di sekolah mereka dan juga perumahan ini. Genk ini terdiri dari Corina, Reihan, Risa, Riska, dan Boy. Corina dan Reihan adalah yang paling tertua umur mereka hanya berbeda satu bulan, mereka sekarang sudah SMP kelas II. Riska dan Risa adalah saudara kembar yang bersekolah di SD dari SMPnya Corina dan Reihan. Sedangkan Boy kelas I SMP di SMP yang sama dengan Corina dan Reihan. Mereka semua punya memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda tapi saling mengisi.
Untuk menambah wawasan mereka mendatangi RSJ yang di tinggali perampok yang selamat beberapa waktu lalu.
“ Selamat siang Pak” Ucap Reihan.
“ Kami mau datang ke rumah hantu itu malam ini, kami mau bertanya sesuatu pada Bapak” Kata Corina mendekati orang itu.
“ Jangan! Jangan! Malam ini mereka akan datang!” Kata orang itu membuat Corina bingung.
“ Mereka siapa, Pak?” Tanya Corina penasaran.
“ Jangan berbuat suatu keburukan, atau nyawa kalian bayarannya!” Jawab orang itu. Mereka semua pamit dan memberikan bingkisan pada orang itu.
Malam ini, setelah latihan band di rumah Reihan mereka bersiap untuk berkemah di rumah hantu itu. Semua peralatan sudah disiapkan mulai dari tenda sampai makanan. Dengan ijin dari orang tua masing-masing merekapun berangkat ke rumah hantu itu malam ini juga.
Saat mereka sampai angin kencang berhembus kearah mereka berlima. Reihan membuka pagar rumah itu, bulu kuduk Risa dan Riska berdiri. Mereka melihat ke sekeliling taman rumah itu dan tak ada satupun hantu yang muncul.
“ Ingat kita nggak boleh berbuat keburukan, tujuan kita hanya ingin tahu sebuah kebenaran” Kata Corina mengingatkan.
Mereka mulai mendirikan tenda di ruang tengah rumah itu disana hanya lampu ruang tengah saja yang bisa menyala. Sambil mengecek alat komunikasi mereka dan bahan makanan mereka mengobrol santai. Sampai..
“ Risa aku kebelet nih, anterin aku donk” Pinta Riska.
“ Tapi apa disini ada air, lagi pula kamar mandinya dimana?” Tanya Risa.
“ Walaupun listrik disini sudah nggak aktif tapi masih ada air kok, kemarin aku Tanya sama satpam perumahan” Jawab Boy.
“ Oh ya kamar mandinya ada di dekat dapur, katanya pintu kamar mandinya warna biru” Jawab Reihan.
“Ayo, aku anterin sekalian aku juga kebelet” Ajak Corina.
Mereka bertiga Corina, Risa, dan Riska menuju kamar mandi. Kamar mandi itu sangat kotor tapi air di kran masih mengalir jadi masih bisa dipakai. Mereka bergantian saat kencing, waktu giliran Corina Risa dan Riska yang jaga pintu diluar. Risa dan Riska mengarahkan senternya kesebuah ruangan, Risa dan Riska masuk kedalam ruangan itu dan mendapati seorang perempuan berpakaian puti menghadap belkang dan sambil menggendong seorang bayi.
“ I..itu..’kan” Kata Risa menggagap.
“Hei kalian ngapain?” Tanya Corina mengagetkan mereka.
“ Itu.. tadi ada..” Kata Riska terpotong.
“ Ada apa? Nggak ada apa-apa kok” Kata Corina memotong kata-kata Riska. Riska menoleh ternyta perempuan tadi sudah tidak ada. Corina mengajak mereka kembali ke ruang tengah. Risa dan Riska menceritakan tentang apa yang mereka lihat tadi pada Reihan dan Boy.
“ Kalian yakin?” Tanya Boy ragu.
“ Iya kita yakin banget” Jawab si kembar itu kompak.
“ Mungkin itu cuma efek cahaya atau semacamnya, lagi pula dulu kalian juga pernah lihat hantu yang ternyata akal-akalan maling yang sembunyi itu ‘kan” Kata Reihan agar semua tenang.
By the way Corina dimana?” Tanya Reihan.
“ Kak Corina ada di.. lho kok nggak ada?” Kata Riska bingung melihat Corina tidak ada di belakangnya.
Mereka semua mencari Corina ke semua ruangan tapi tidak ketemu. Disisi lain Corina sedang berada di kamar utama yang katanya tempat meninggal semua anggota keluarga. Corina tidak melihat sesuatu yang ganjil semuanya hanya berang-barang yang masih utuh dan hanya berdebu..
“ Tunggu dulu bukannya rumah ini habis terbakar, lalu kenapa kamar ini seperti nggak tersentuh api, padahal seharusnya air sudah tidak aktif dan juga listriknya kenapa? Kenapa?” Corina makin bingung dengan rumah ini, Corina terus berfikir apa yang telah terjadi dan apa yang sebenarnya terjadi atau jangan-jangan,teman-teman Corina dalam bahaya!?
Disisi lain Reihan, Boy, Risa, dan Riska terpencar dan hanya Risa dan Riska yang bersama-sama.Tiba-tiba Reihan berada di dalam masa saat rumah ini masih bagus. Reihan melihat seorang anak kecil sedang bermain dengan boneka tetapi seorang anak kecil lagi mengganggunya, kemudian seorang nenek datang dan melerai pertengakaran mereka. Boy juga berada di tempat yang hampir sama dan Boy melihat beberapa orang jahat yang sudah berencana merampok rumah ini dan membunuh semua anggota keluarga. Risa dan Riska melihat perampok-perampok itu merampok semua barang berharga lalu membunuh semua anggota keluarga saat tidur dan membakar sebagian dari rumah ini.
Corina yang masih bingung tiba-tiba mendapati seorang perempuan paruh baya yang menceritakan kejadian sebenarnya seperti yang dilihat Reihan, Boy, Risa, dan Riska.
“ Jadi tidak semua bagian rumah yang dibakar? Dan sebenarnya kalian sudah di bunuh saat tidur?” Corina bingung.
“ Benar, tolong temukan jasad kami di setiap kamar rumah ini” Pinta perempuan itu.
“ Baiklah, tapi dimana teman-temanku?” Tanya Corina.
“ Kamua harus cepat sebelum teman-temanmu terbawa ke alam kami” Jawab perempuan itu. Mendengarnya Corina lang sung menghubungi polisi terdekat, Pak RT, Pak RW, dan beberapa orang penting seperti orang tuanya dan teman-temannya.
Selang beberapa menit mereka semua datang dan membantu mencari jasad dari keluarga besar itu dan teman-teman Corina.
“ Corina, terimakasih. Temanmu ada di gudang rumah ini, mereka pingsan saat melihat penampakan keluargaku. Cepat cari mereka” Kata perempuan itu yang lalu menghilang.
Jasad kakek, nenek, dan dua anak kecil sudah di temukan tinggal beberapa jasad lagi yaitu jasad suami dan perempuan tadi. Tanpa berfikir panjang Corina mencari jasad mereka di seluruh kamar utama. Corina tercengang saat meliha dua tengkorak manusia yang berada di balik selimut, Corina langsung meminta polisi membawa jasad-jasad itu.
Misteri dari rumah besar di ujung jalan ini sudah selesai dan terungkap. Semua jasad-jasad sudah dimakamkan dengan layak. Teman-teman Corinapun sudah ditemukan dan selamat. Esoknya saat mau pulang kerumah di makam Corina melihat keluarga besar itu melambaikan tangan kearahnya.
“ Terimakasih, Corina” Kata perempuan yang dilihat Corina di rumah besar itu. Corina tersenyum senang melihat keluarga besar itu kembali harmonis walau berada di alam lain. Corina menceritakan semua pada teman-temannya dan teman-temannya merasa bangga pada Corina.
“ Wah, Kak Corina memang the best deh!” Kata Risa kagum.
“ Jadi, semua itu sudah selesai dan ternyata hantu itu benar ada tapi sebenarnya haya arwah penasaran yang meminta bantuan” Jelas Reihan.
Dan yang terbaik adalah sekarang Corina bisa berteman dengan makhluk dari dunia lain dan menjadi sesuatu yang unik.

       
 Oleh: Wahdhaniyah A.C.A 
Tanggal 20 Juni 2012


Tidak ada komentar:

Posting Komentar