Mystery Of The House On The Corner Of The Street
Ssstt. Konon katanya rumah besar diujung jalan
itu angker dan banyak hantunya. Beberapa warga pernah melihat penampakan
seperti seorang wanita muda yang menggendong bayi, wanita tua yang duduk di
kursi goyang di taman rumah itu, sosok hitam yang sangat besar dan tinggi, dan
juga dua orang anak kecil yang bermain di taman rumah itu saat malam hari,
terkadang juga terdengar suara tawa perempuan, dan tangisan bayi. Rumah itu
memang sangat besar dan bisa dihuni oleh sebuah keluarga besar. Rumah ini dulu
milik sebuah keluarga besar yang harmonis, tapi sayang mereka semua meninggal
dunia saat terjadi kebakaran besar di rumah ini.
Beberapa waktu lalu ada kawanan perampok yang
datang dan bersembunyi di rumah itu, tapi setelah dua hari kawanan perampok itu
ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumah itu oleh polisi dan hanya satu orang
yang selamat dan di masukkan kepenjara, orang itu sering mengatakan hal-hal
aneh tentang rumah itu di penjara karena itu polisi memindahkannya ke Rumah
Sakit Jiwa.
Sebuah genk anak-anak pemberani dan cerdas di
perumahan tempat rumah hantu itu tidak percaya kalau ada hantu di sana, karena
mereka sudah membuktikan kalau hantu itu tidak ada. Dan begitu mendengar berita
tentang rumah hantu itu mereka tertarik untuk menyelidiki rumah itu.
“ Yakin nih, mau nyelidiki rumah itu?” Tanya
Risa.
“ Tentu, kita ini ‘kan bukan penakut dan anak
yang suka percaya tahayul” Jawab Corina enteng.
“ Lagipula selama ini kita juga nggak pernah
ketemu sama hantu, jadi pasti kali ini juga nggak ada hantu” Tegas Reihan.
Sebenarnya genk ini adalah band yang sangat
terkenal di sekolah mereka dan juga perumahan ini. Genk ini terdiri dari
Corina, Reihan, Risa, Riska, dan Boy. Corina dan Reihan adalah yang paling
tertua umur mereka hanya berbeda satu bulan, mereka sekarang sudah SMP kelas
II. Riska dan Risa adalah saudara kembar yang bersekolah di SD dari SMPnya
Corina dan Reihan. Sedangkan Boy kelas I SMP di SMP yang sama dengan Corina dan
Reihan. Mereka semua punya memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda tapi
saling mengisi.
Untuk menambah wawasan mereka mendatangi RSJ
yang di tinggali perampok yang selamat beberapa waktu lalu.
“ Selamat siang Pak” Ucap Reihan.
“ Kami mau datang ke rumah hantu itu malam
ini, kami mau bertanya sesuatu pada Bapak” Kata Corina mendekati orang itu.
“ Jangan! Jangan! Malam ini mereka akan
datang!” Kata orang itu membuat Corina bingung.
“ Mereka siapa, Pak?” Tanya Corina penasaran.
“ Jangan berbuat suatu keburukan, atau nyawa
kalian bayarannya!” Jawab orang itu. Mereka semua pamit dan memberikan
bingkisan pada orang itu.
Malam ini, setelah latihan band di rumah
Reihan mereka bersiap untuk berkemah di rumah hantu itu. Semua peralatan sudah
disiapkan mulai dari tenda sampai makanan. Dengan ijin dari orang tua
masing-masing merekapun berangkat ke rumah hantu itu malam ini juga.
Saat mereka sampai angin kencang berhembus kearah
mereka berlima. Reihan membuka pagar rumah itu, bulu kuduk Risa dan Riska
berdiri. Mereka melihat ke sekeliling taman rumah itu dan tak ada satupun hantu
yang muncul.
“ Ingat kita nggak boleh berbuat keburukan,
tujuan kita hanya ingin tahu sebuah kebenaran” Kata Corina mengingatkan.
Mereka mulai mendirikan tenda di ruang tengah
rumah itu disana hanya lampu ruang tengah saja yang bisa menyala. Sambil
mengecek alat komunikasi mereka dan bahan makanan mereka mengobrol santai.
Sampai..
“ Risa aku kebelet nih, anterin aku donk”
Pinta Riska.
“ Tapi apa disini ada air, lagi pula kamar
mandinya dimana?” Tanya Risa.
“ Walaupun listrik disini sudah nggak aktif
tapi masih ada air kok, kemarin aku Tanya sama satpam perumahan” Jawab Boy.
“ Oh ya kamar mandinya ada di dekat dapur,
katanya pintu kamar mandinya warna biru” Jawab Reihan.
“Ayo, aku anterin sekalian aku juga kebelet”
Ajak Corina.
Mereka bertiga Corina, Risa, dan Riska menuju
kamar mandi. Kamar mandi itu sangat kotor tapi air di kran masih mengalir jadi
masih bisa dipakai. Mereka bergantian saat kencing, waktu giliran Corina Risa
dan Riska yang jaga pintu diluar. Risa dan Riska mengarahkan senternya kesebuah
ruangan, Risa dan Riska masuk kedalam ruangan itu dan mendapati seorang
perempuan berpakaian puti menghadap belkang dan sambil menggendong seorang
bayi.
“ I..itu..’kan” Kata Risa menggagap.
“Hei kalian ngapain?” Tanya Corina mengagetkan
mereka.
“ Itu.. tadi ada..” Kata Riska terpotong.
“ Ada apa? Nggak ada apa-apa kok” Kata Corina
memotong kata-kata Riska. Riska menoleh ternyta perempuan tadi sudah tidak ada.
Corina mengajak mereka kembali ke ruang tengah. Risa dan Riska menceritakan
tentang apa yang mereka lihat tadi pada Reihan dan Boy.
“ Kalian yakin?” Tanya Boy ragu.
“ Iya kita yakin banget” Jawab si kembar itu
kompak.
“ Mungkin itu cuma efek cahaya atau
semacamnya, lagi pula dulu kalian juga pernah lihat hantu yang ternyata
akal-akalan maling yang sembunyi itu ‘kan” Kata Reihan agar semua tenang.
“ By the
way Corina dimana?” Tanya Reihan.
“ Kak Corina ada di.. lho kok nggak ada?” Kata
Riska bingung melihat Corina tidak ada di belakangnya.
Mereka semua mencari Corina ke semua ruangan
tapi tidak ketemu. Disisi lain Corina sedang berada di kamar utama yang katanya
tempat meninggal semua anggota keluarga. Corina tidak melihat sesuatu yang
ganjil semuanya hanya berang-barang yang masih utuh dan hanya berdebu..
“ Tunggu dulu bukannya rumah ini habis
terbakar, lalu kenapa kamar ini seperti nggak tersentuh api, padahal seharusnya
air sudah tidak aktif dan juga listriknya kenapa? Kenapa?” Corina makin bingung
dengan rumah ini, Corina terus berfikir apa yang telah terjadi dan apa yang
sebenarnya terjadi atau jangan-jangan,teman-teman Corina dalam bahaya!?
Disisi lain Reihan, Boy, Risa, dan Riska
terpencar dan hanya Risa dan Riska yang bersama-sama.Tiba-tiba Reihan berada di
dalam masa saat rumah ini masih bagus. Reihan melihat seorang anak kecil sedang
bermain dengan boneka tetapi seorang anak kecil lagi mengganggunya, kemudian
seorang nenek datang dan melerai pertengakaran mereka. Boy juga berada di
tempat yang hampir sama dan Boy melihat beberapa orang jahat yang sudah berencana
merampok rumah ini dan membunuh semua anggota keluarga. Risa dan Riska melihat
perampok-perampok itu merampok semua barang berharga lalu membunuh semua
anggota keluarga saat tidur dan membakar sebagian dari rumah ini.
Corina yang masih bingung tiba-tiba mendapati
seorang perempuan paruh baya yang menceritakan kejadian sebenarnya seperti yang
dilihat Reihan, Boy, Risa, dan Riska.
“ Jadi tidak semua bagian rumah yang dibakar?
Dan sebenarnya kalian sudah di bunuh saat tidur?” Corina bingung.
“ Benar, tolong temukan jasad kami di setiap
kamar rumah ini” Pinta perempuan itu.
“ Baiklah, tapi dimana teman-temanku?” Tanya
Corina.
“ Kamua harus cepat sebelum teman-temanmu
terbawa ke alam kami” Jawab perempuan itu. Mendengarnya Corina lang sung
menghubungi polisi terdekat, Pak RT, Pak RW, dan beberapa orang penting seperti
orang tuanya dan teman-temannya.
Selang beberapa menit mereka semua datang dan
membantu mencari jasad dari keluarga besar itu dan teman-teman Corina.
“ Corina, terimakasih. Temanmu ada di gudang
rumah ini, mereka pingsan saat melihat penampakan keluargaku. Cepat cari
mereka” Kata perempuan itu yang lalu menghilang.
Jasad kakek, nenek, dan dua anak kecil sudah
di temukan tinggal beberapa jasad lagi yaitu jasad suami dan perempuan tadi.
Tanpa berfikir panjang Corina mencari jasad mereka di seluruh kamar utama.
Corina tercengang saat meliha dua tengkorak manusia yang berada di balik
selimut, Corina langsung meminta polisi membawa jasad-jasad itu.
Misteri dari rumah besar di ujung jalan ini
sudah selesai dan terungkap. Semua jasad-jasad sudah dimakamkan dengan layak.
Teman-teman Corinapun sudah ditemukan dan selamat. Esoknya saat mau pulang
kerumah di makam Corina melihat keluarga besar itu melambaikan tangan
kearahnya.
“ Terimakasih, Corina” Kata perempuan yang
dilihat Corina di rumah besar itu. Corina tersenyum senang melihat keluarga
besar itu kembali harmonis walau berada di alam lain. Corina menceritakan semua
pada teman-temannya dan teman-temannya merasa bangga pada Corina.
“ Wah, Kak Corina memang the best deh!” Kata Risa kagum.
“ Jadi, semua itu sudah selesai dan ternyata
hantu itu benar ada tapi sebenarnya haya arwah penasaran yang meminta bantuan”
Jelas Reihan.
Dan yang terbaik adalah sekarang Corina bisa
berteman dengan makhluk dari dunia lain dan menjadi sesuatu yang unik.
Oleh: Wahdhaniyah A.C.A
Tanggal 20 Juni 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar