Rabu, 24 September 2014

Cerita Misteri 2



Canta’s Secret
Sudah beberapa hari ini ada hal aneh yang terjadi pada diri Canta ( dibaca:Kanta). Dia jadi semakin centil dan suka cari perhatian pada anak laki-laki bahkan Canta juga pernah jadi congkak dan sombong. Yang lebih anehnya lagi Canta pernah tidak mengenali Rasya sahabatnya sendiri tapi, besoknya Canta kembali menjadi baik hati dan pendiam. Setiap hal aneh itu terjadi Pak Rohim satpam sekolah Rasya mengantarkan surat dan mengatakan kalau Canta sakit, dan makin membuat Rasya bingung dan penasaran dengan apa yang terjadi.
Rasya sahabat Canta dari awal sekolah di SD, mereka akur dan tak pernah bertengkar sampai-sampai mereka dijuluki sahabat sejati dan mereka juga selalu satu kelas sampai sekarang mereka sudah kelas VII. Walaupun Rasya berasal dari keluarga yang kaya Rasya tidak pernah malu bersahabat dengan Canta yang dari kalangan menengah. Namun semenjak kejadian itu, setiap Rasya ingin mampir ke rumah baru Canta selalu Canta menyangkal kalau rumahnya jauh dan tidak diperumahan.
“ Canta aku penasaran sama rumah baru kamu, aku boleh main ke sana nggak?” Tanya Rasya memohon.
“ Maaf ya Rasya bukannya tidak boleh tapi, rumahku jelek dan sangat jauh” Jawab Canta sedih.
 Ayah Canta meninggal beberapa bulan lalu dan menyebabkan keluarga Canta jadi jatuh miskin semua aset mereka jual untuk membeli rumah dan membangun usaha baru ibu Canta. Suatu kali saat keluarga Canta tak memiliki apapun Rasya dengan senang hati membantu keluarga Canta dengan memberikan semua tabungannya yang seharusnya di pakai untuk membeli sepedah dan HP baru.
“ Ini uang tabunganku, aku ingin kamu pakai buat bantu ibumu ya” Kata Rasya sambil memberikan amplop uang yang cukup tebal.
“ Makasih ya Rasya kamu memang sahabatku, aku akan pakai uang ini dengan sebaik-baiknya” Kata Canta gembira.
“ Oh ya, Ibumu punya bakat menjahit pakaian ‘kan. Bagaimana kalau Ibumu kerja di butik Mamaku sekalian bantuin Mamaku yang repot” Usul Rasya. Canta tersenyum gembira dan segera memberi tahu Ibunya.
Persahabatan yang sangat indah itu yang membuat Rasya makin berfikir apa yang telah terjadi sampai-sampai mengira kalau Canta menderita amnesia sesaat.  Rasya bertanya pada semua teman dikelas tapi tidak ada yang tahu apa yang terjadi bahkan Mevi dan Yuna juga bingung dan mengira Canta kena amnesia sesaat. Rasa penasaran itu menimbulkan rasa curi sampai hari ini, sebagai sekertaris kelas Rasya menerima surat kalau Canta sakit tapi Rasya cukup terkejut mendapati Canta masuk sekolah dan duduk di bangku sampingnya.
“ Pagi, Rasya!” Seru Canta centil. Rasya menjawabnya dengan tenang dan tak heran sama sekali. “ Dia itu kaya’nya baik ya?” kata Canta sambil menunjuk Farhan.
“ Bukannya kamu benci sama Farhan yang sok ganteng? ‘kan kemarin kamu bilang gitu!?” Tanya Rasya balik.
“ I..itu ‘kan kemarin, se..sekarang berbeda” Jawab Canta gugup.
“ Ada apa sih sama kamu?” Tanya Rasya.
“ Nggak ada apa-apa kok” Jawab Canta.
Setaip jam istirahat akhir-akhir ini Canta tidak ke kantin bersama Rasya, Jihan, dan Dian. Canta malah bersama anak laki-laki. Canta juga tidak duduk sebangku dengan Rasya lagi. Canta juga mulai bergaul dengan anak-anak yang centil di kelas.
Hmm. Ada apa ya sama Canta kok dia jadi berubah begini? Atau jangan-jangan Canta yang aku lihat ini bukan Canta yang sesungguhnya. Aku jadi penasaran tapi setiap kali aku bertanya Canta kok selalu menjawab dia baik-baik saja. Semua pertanyaan itu berputar=putar dikepala Rasya.
Sekarang Rasya sedang bersama Jihan dan Dian di kantin, mereka membicarakan tentang Canta.
“ Udah,deh Sya. Canta itu kaya’nya kena amnesia sesaat gara-gara kecelakaan beberapa hari lalu” Kata Jihan mengejutkan aku.
“ Kenapa kaget? Harusnya kamu sudah tahu ‘kan kecelakaan itu?” Tanya Dian.
“ Tapi, kalau Canta kecelakaan kenapa nggak ada luka sedikitpun bahkan kepalanya nggak di perban sama sekali? Ini Aneh kan?” Tanya Rasya balik. Mereka terdiam sejenak untuk berfikir. “ Kalian pasti berfikiran sama kaya’ aku” Kata Rasya. Jihan dan Dian mengangguk.
Di rumahnya Rasya berputar-putar memikirkan semua secara terperinci di kamarnya. Dia memutar otak dan menemukan sebuah jawaban yang sangat tidak mungkin baginya.
“ Hmm. Jangan-jangan Canta yang disekolah itu kembarannya Canta. Dan dia berusaha untuk pura-pura jadi Canta dan menghancurkan persahabatan kami. Tapi apa motifnya, dan kenapa dia berbuat begitu?” Pikir Rasya sambil mulai menelpon Jihan dan Dian.Rasya menghubungi Jihan dan Dian untuk menjalankan rencana yang sudah di atur mereka besok di sekolah.
Esok harinya di kelas Canta dating dengan perban di tangan kirinya dan berjalan agak aneh. Rasya terpanjat, tapi demi menjaga rahasia rencananya Rasya mengurungkan diri untuk membantu Canta. Canta duduk dibangku samping Rasya, Canta tampak bingung dengan perilaku sahabat-sahabatnya itu. Canta berfikir mungkin Rasya sedang sakit gigi sehingga tak mau bicara dengannya.
“ Kalian kenapa? Apa kalian sakit gigi?” Tanya Canta heran. Saat istirahat di kantin.
“ Harusnya kami yang bertanya ada apa sama kamu seminggu ini?” Tanya Rasya balik. Jihan dan Dian membenarkan.
“ Seminggu ini? Aku ‘kan nggak masuk selama seminggu, aku juga sudah kirim surat” Jawab Canta bingung. Rasya, Jihan, dan Dian saling memandang dengan wajah bingung.
Rasya, jihan, dan Dian meminta maaf pada Canta karena telah berpersangka buruk pada Canta. Mereka kembali bersahabat seperti dulu. Tapi rencana mereka mengungkap kebenaran ini tetap berlangsung.
Pulang sekolah Rasya, Jihan, dan Dian mengikuti Canta dengan berjalan kaki. Canta mulai berjalan lurus ke utara lalu belok ke barat. Canta memasuki sebuah perumahan. Karena jalan yang diambil Canta sangat berkelok-kelok, Rasya, Jihan, dan Dian tersesat dan memutuskan untuk naik taksi. Rasya menelpon mamanya dan bertanya alamat Canta. Dengan motor ojek itu mereka berjalan duakali lebih cepat dari Canta tapi tetap saja Canta sampai lebih dulu karena melalui jalan pintas.
Mereka berhenti di depan sebuah rumah bercat putih yang cukup sederhana, dengan halamn depan kecil tapi tertata rapih. Mereka mendengarkan sebuah percakapan dari balik pintu rumah itu yang sedikit terbuka, dari jendela terlihat dua orang Canta yang hanya berbeda pakaian.
“Kamu selama ini nggak masuk sekolah dan malah masuk ke sekolahku ‘kan?” Tanya Canta.
“ Nggak kok” Jawab seorang cewek yang miripbanget sama Canta.
“ Maksud kamu apa sih, nyamar jadi aku dan masuk ke sekolah aku?” Tanya Canta.
“ Nggak ada apa-apa kok” Jawab cewek yang mirip Canta itu. Kami percaya kalau ternyata Canta itu kembar.
“ Tapi kamu itu udah hampir merusak persahabatanku sama Rasya, Jihan, dan Dian tau!?” Bentak Canta.
“ Oke-oke aku ngaku. Aku iri sama kamu yang punya teman orang kaya dan tetep bisa sekolah di sekolah yang bagus kaya’ kamu” Jelas cewek itu. Mendengar jawaban cewek itu kami kaget dan jatuh tersungkur masuk ke dalam rumah Canta. Kami haya bisa tersyum dengan wajah tak bersalah dan meminta maaf.
Cantapun menjelaskan yang sebenarnya terjadi, bahwa cewek itu adalah kembarannya yang bernama Cinta. Cinta iri pada kehidupan Canta dan bermaksud merusaknya, karena hidup Cinta jauh lebih buruk dari Canta. Ternyata selama ini Cinta bersekolah di sekolah yang tidak terlalu bagus dengan biaya SPP yang murah dan teman-teman yang sering mengejeknya jika terlambat membayar SPP. Sedangkan Canta bisa bersekolah di sekolah yang bagus dengan teman-teman yang sayang padanya bahkan biaya SPP Canta ditanggung oleh orangtua Rasya.
“ Maafkan aku ya” Kata Cinta.
“ Baiklah, tapi kenapa kamu tidak pernah cerita pada kita kalau kamu punya kembaran?” Tanya Jihan.
“ Soalnya Cinta itu kebalikan dari aku, jadi aku malu pada kalian” Jawab Canta.
“ Harusnya kamu cerita saja sama kita, kita ini kan sahabat jadi suka duka dibagi bersama” Tutur Rasya.
“ Eh, Cinta kalau kamu mau sekolah di sekolah kami kamu bilang aja nanti soal biaya kami bisa bantu kok, ya kan Jihan?” Usul Dian. Jihan mengangguk.
Akhirnya Cinta bersekolah di sekolah yang sama dengan Rasya, Jihan, Dian, dan Canta. Dengan biaya yang ditanggung oleh Jihan dan Dian.Cinta menjelaskan semuanya pada anak sekelas tentang kejadian saat itu dan dia meminta maaf. Mereka menjadi sahabat dan bahagia bersama.



Oleh: Wahdhaniyah A.C.A
Tanggal: 23 April 2012


1 komentar:

  1. Casino Games, Bonus, and Facts - JTG Hub
    Casino Games is a relatively new casino games supplier. Their games 김제 출장샵 are casino table games, 영천 출장마사지 table 양산 출장샵 games, video poker 강원도 출장샵 games, roulette and scratch cards. All the 광주 출장마사지

    BalasHapus